4.1.a. 7. DEMONSTRASI KONTEKSTUAL_MENERAPKAN BUDAYA POSITIF_KESEPAKATAN KELAS_Pendidikan Guru Penggerak

 

SEBUAH ESAI

KESEPAKATAN KELAS

Oleh:
Wikanti Nur Amaliyah_CGP Kab. Banyumas

 

Latar Belakang

Seringkali permasalahan dengan murid berkaitan dengan komunikasi antara murid dengan guru, terutama ketika murid melanggar suatu aturan dengan alasan tidak mengetahui adanya aturan tersebut. Kurang adanya komunikasi ini menyebabkan relasi murid dan guru menjadi kurang baik. Salah satu langkah dalam menerapkan budaya disiplin positif adalah dengan membentuk lingkungan kelas yang mendukung terciptanya budaya positif, yaitu dengan menyusun kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas yang efektif dapat membantu dalam pembentukan budaya disiplin positif di kelas. Hal ini juga dapat membantu proses belajar mengajar yang lebih mudah dan tidak menekan.

Selama pembelajaran daring yang dilaksanakan di semester ini, ternyata ada beberapa murid belum melaskanakan kesepakatan kelas dengan baik. Terbukti dengan pengumpulan tugas dan mengikuti penilaian harian secara lengkap untuk semua kompetensi dasar yang dipelajari. Komunikasi yang efektif antara guru, murid maupun orang tua belum terjalin dengan baik dengan. Hal ini berdampak pada kurangnya motivasi dalam mengikuti pembelajaran secara daring. Oleh karena itu, maka di penghujung akhir semester 1 tahun pelajaran 2020/2021, guru telah melakukan kegiatan penyusunan kesepakatan kelas. Hal ini dilakukan berdasarkan evaluasi selama pembelajaran dalam satu semester sekaligus refleksi terhadap kesepakatan kelas yang sudah dilakukan di awal semester. Kesepakatan kelas ini adalah kesepakatan yang disusun secara bersama sama antara guru dan murid untuk diterapkan secara terus menerus dan jika di kemudian hari kesepakatan tersebut ada yang tidak sesuai maka dapat diperbaiki sesuai kesepakatan seluruh anggota kelas. Kegiatan ini dilakukan secara daring menggunakan Gmeet dan LMS SMAN 2 Purwokerto.

 

Langkah-Langkah Penyusunan Kesepakatan Kelas

Sebelum memulai dalam menyusun kesepakatan kelas, terlebih dahulu guru menjelaskan tujuan,  maksud dan manfaat kesepakatan kelas kepada murid melalui chat WA group. Setelah murid mengerti dan memahami maka guru melakukan tatap muka daring menggunakan Gmeet. Setelah itu guru memulai dengan meminta murid untuk menuliskan hal yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan dalam kelas oleh murid, kelas impian yang ingin diwujudkan, kesimpulan dari kesepakatan kelas dan hasil kesepakatan kelas di google jamboard. Hal ini bertujuan agar seluruh murid dapat saling melihat kesepakatan individu. Setelah itu mereka  menggabungkan kesepakatan yang telah diberikan oleh teman satu kelas. Setelah terbentuk kesepakatan kelas, guru dan seluruh murid bersepakat akan melaksanakannya baik pada saat pembelajaran daring maupun pembelajarann tatap muka.  Jika dikemudian hari kesepakatan ini ada yang rancu maka kesepakatan ini boleh diperbaiki sesuai keinginan seluruh anggota kelas. Kesepakatan kelas tersebut disusun dalam bentuk poster dan ditanda tangani murid. Proses penandatanganan kesepakatan ini juga dilakukan secara daring dengan cara murid mengirim kesepakaatn kelas di google doc dan LMS. Murid juga membuat poster kesepakatan kelas dan diupload di LMS dengan ditanda tangani oleh mereka dan wali kelas masing-masing.

 

Tindakan yang Telah Dilakukan Guru Kepada Murid

Tindakan yang telah  dilakukan seorang guru dalam menyikapi kesepakatan belajar adalah:

·      Guru menjelaskan latar belakang, maksud dan tujuan disusunnya kesepakatan kelas.

·      Guru memandu murid agar berani menyampaikan pendapat dengan membuat forum diskusi di Gmeet maupun LMS tentang kelas impian yang ingin diwujudkan dan bentuk kesepakatan kelas yang ingin diterapkan.

·      Guru memberi motivasi dan komitmen agar guru dan seluruh murid melaksanakan kesepakatan kelas secara terus menerus.

·      Guru memberi pedoman kepada murid agar menggunakan kata positif dalam membuat kesepakatan kelas.

·      Guru memandu murid agar kesepakatan belajar yang disusun bukan menggandung makna hukuman ataupun hadiah namun kesepakatan belajar disusun agar menumbuhkan budaya positif dalam kelas atas kesadaran dari diri sendiri bukan karena paksaan.

·      Guru memandu murid untuk membuat konsekuensi logis dari kesepakatan kelas yang mereka terapkan.

 

Tindakan yang Dilakukan Murid

·      Murid merespon dengan antusias saat guru memandu mereka untuk menuliskan pendapatnya di Jamboard google dan LMS tentang kelas impian dan bentuk disiplin positif.

·      Murid mengirimkan usulan kesepakatan secara individu di LMS SMAN 2 Purwokerto.

·      Murid melakukan diskusi kelas untuk membuat kesepakatan kelas.

·      Murid menandatangani kesepakatan kelas

·      Murid mengkomunikasikan tentang kesepakatan kelas kepada wali kelas masing-masing.

·      Murid membuat poster kesepakatan kelas

 

Tantangan dan Keberhasilan yang dihadapi

Semula murid ragu-ragu dalam menggeluarkan usulan/pendapat hal ini disebabkan karena murid merasa takut salah bertindak. Sedangkan tantangan guru adalah waktu murid. Murid yang sedang membantu orangtua, murid yang sedang remedial PAS membuat ada beberapa murid yang slow respon. Namun mereka berjanji saat pekerjaan mereka selesai mereka langsung memberi usulan pendapat. Hal ini merupakan salah satu keunggulan membuat kesepakatan kelas, murid mampu berinteraksi tanpa ada batasan waktu namun kekurangannya kesepakatan tersusun membutuhkan waktu yang lebih banyak lagi. Namun tantangan tersebut tidak menjadi penghalang untuk membentuk kesepakatan kelas, sehingga kesepakatan kelas sudah terbentuk dan ditandatangani oleh seluruh anggota kelas.

Lampiran Bukti Dokumentasi

 



Gambar 1. Tampilan Gmeet ketika Diskusi Kesepakatan Kelas

 



Gambar 2. Usulan Kelas Impian yang Ingin Diwujudkan

 



Gambar 3. Usulan Murid tentang Bentuk Kesepakatan Kelas

 



Gambar 4. Kesimpulan dari Dialog Kesepakatan Kelas

 



Gambar 5. Tampilan LMS SMAN 2 Purwokerto Tentang Kesepakatan Kelas

 



Gambar 5. Hasil Kesepakatan Kelas di Google Doc



 Gambar 7. Contoh Poster Kesepakatan Kelas

Komentar