AKSI
NYATA
MODUL
3.3. PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
“SI HAKASI OF SMADA”
(SMIPOSIUM HASIL KARYA SISWA SMA NEGERI 2 PURWOKERTO)
Oleh:
Wikanti
Nur Amaliyah-CGP Kabupaten Banyumas-1
PERISTIWA (FACTS)
Latar
Belakang
Tahun Pelajaran 2020/2021 akan berakhir dan telah
berlangsung hampir selama satu tahun melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Guru MIPA kelas XI SMA Negeri 2 Purwoketo telah melakukan PJJ menggunakan
berbagai media, di antaranya LMS dan google meet. Pembelajaran yang telah
dilakukan oleh guru MIPA sangat banyak membuahkan karya yang sangat bagus.
Hasil karya siswa ini ada yang berupa puisi, pembahasan soal UTBK, hasil
praktikum yang home based learning,
dan banyak ragam lainnya. Selain itu, dalam proses pembelajaran sangat mendukung
terbentuknya Profil Pelajar Pancasila. Oleh karena itu, alangkah baik jika guru
memberikan apresiasi berupa penghargaan
kepada siswa atas jerih payahnya dalam mengumpulkan tugas pembelajaran. Hal ini
dapat mendorong siswa untuk mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya, memberi
motivasi untuk berbagi dengan teman-temannya, menampilkan diri di depan orang
tua, sekaligus bertanggung jawab terhadap hasil karya yang dibuatnya.
Nama kegiatan yang berdampak pada murid adalah SI
HAKASI of SMADA (Simposium Hasil Karya Siswa SMA Negeri 2 Purwokerto). Program tersebut berfokus pada pengembangan Kompetensi Siswa dan
Pembentukan Profil Pelajar Pancasila pada Mata Pelajaran Peminatan MIPA Kelas
XI SMA Negeri 2 Purwokerto. Program ini berisi kegiatan presentasi hasil karya siswa dalam
mata pelajaran MIPA dengan kategori HAKASI
of MATH, HAKASI of CHEMISTRY, HAKASI of BIOLOGY, and HAKASI of PHYSICS. Kegiatan
ini melibatkan komponen warga sekolah, yaitu murid, guru, orang tua dan tim manajemen yaitu kepala sekolah dan
wakil kepala sekolah bidang layanan kurikulum, kesiswaan, humas dan sarana
prasarana. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi alternatif program yang berdampak pada murid.
Proses
Jalannya Aksi Nyata
Berdasarkan latar belakang di
atas, maka tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kompetensi
MIPA dan pembentukan Profil
Pelajar Pancasila melalui presentasi hasil karya siswa secara mandiri maupun
kelompok untuk menumbuhkembangkan kemandirian, kemampuan komunikasi
interkultural, kolaborasi (gotong royong), bernalar kritis, daya kreasi serta
IMTAQ dan akhlak mulia. Dengan tujuan inilah sebagai alasan CGP
melaksanakan aksi nyata berupa kegiatan SI HAKASI of SMADA yang sangat penting
dilakukan agar salah satu bentuk kegiatan dari program yang berdampak pada
murid dapat terlaksana dengan baik.
Kegiatan ini dapat berjalan
dengan baik melalui tahapan kegiatan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan
dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, langkah awal yang dilakukan oleh CGP adalah
melakukan pemaparan program yang berdampak pada murid kepada kepala sekolah,
wakil kepala sekolah, guru MIPA kelas XI dan pengurus OSIS. Dari kegiatan ini
CGP mendapatkan tanggapan, masukan terkait pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya
CGP dan pengurus OSIS membentuk kepanitiaan SI HAKASI of SMADA, dan pembahasan tugas
pokok masing masing seksi dalam kepanitiaan dan teknis kegiatan.

Langkah berikutnya adalah CGP
beserta panitia melakukan rapat koordinasi dan penjelasan teknis dengan seluruh
guru MIPA kelas XI, terkait persiapan guru dalam menentukan perwakilan siswa
yang akan mempre sentasikan
hasil karyanya dan materi presentasi tiap mata pelajaran MIPA.
Setelah panitia menyelesaikan
penyusunan proposal kegiatan dan melakukan koordinasi secara berkesinambungan,
panitia melakukan sosialisasi kepada seluruh siswa kelas XI MIPA dengan mengedarkan
fliyer kegiatan. Di dalam filyer kegiatan, memuat kegiatan dan nama siswa
perwakilan masing-masing kelas yang akan mempresentasikan hasil karyanya.

Kemudian panitia mengadakan technical meeting melalui gmeet dengan
mengundang semua presenter perwakilan masing-masing kelas dan guru pendamping. Satu
hari sebelum pelaksanaan kegiatan, diadakan gladi bersih pelaksanaan SI HAKASI
of SMADA. Hal ini dilakukan agar pada saat pelaksanaan, dapat mengantisipasi
hambatan yang mungkin yang terjadi.

Pada tahap pelaksanaan
kegiatan, seluruh panitia, guru pendamping dan presenter sebagai perwakilan
siswa hadir di aula SMA Negeri 2 Purwokerto untuk melakukan kegiatan secara
langsung (luring). Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Negeri 2
Purwokerto dan dihadiri oleh wakil kepala sekolah. Kegiatan ini juga dihubungkan
dengan ruang google meet, diikuti oleh siswa kelas XI MIPA dan perwakilan orang
tua secara daring.


Presentasi dilakukan oleh siswa
perwakilan delapan (8) kelas XI MIPA secara bergantian, dengan hasil karya
masing-masing sesuai mata pelajaran. Setelah siswa presentasi, dilanjutkan
tanya jawab dengan peserta SI HAKASI of SMADA baik yang luring maupun daring.
Hal ini dimaksudkan untuk memperjelas materi yang disampaikan oleh presenter.
Setiap akhir presentasi, diberikan ulasan maupun tanggapan oleh guru pendamping
untuk memperkuat materi presentasi yang telah disampaikan presenter
masing-masing.


Kegiatan SI HAKASI of SMADA diakhiri dengan pemberian
penghargaan berupa piagam profil pelajar Pancasila dan penampilan terbaik presenter
masing-masing mata pelajaran. Pemberian piagam ini untuk memberikan motivasi sekaligus
apresiasi terhadap hasil karya siswa dan kerja panitia pada kegiatan ini.

Setelah
acara ditutup, dilanjutkan dengan foto bersama panitia dan presenter serta guru
pendamping.

Pada tahap evaluasi,
panitia membuat laporan kegiatan termasuk SPJ keuangan yang harus diserahkan ke
sekolah. Selian itu, CGP melakukan jajak pendapat terhadap kegiatan SI HAKASI
of SMADA yang disampaikan oleh perwakilan panitia, guru, murid dan orang tua.
Hasil dari jajak pendapat ini adalah kegiatan SI HAKASI of SMADA layak menjadi
program yang berkesinambungan dengan berbagai perbaikan baik isi kegiatan
maupun pelaksanaannya.


Hasil Kegiatan
Aksi Nyata
Berdasarkan tahapan kegiatan SI
HAKASI of SMADA, dan monitoring serta evaluasi panitia dan guru pendamping, ternyata
rangkaian kegiatan ini telah sesuai dengan tujuan dari aksi nyata yaitu mengembangkan kompetensi
MIPA dan pembentukan Profil Pelajar Pancasila melalui presentasi hasil karya
siswa secara mandiri maupun kelompok untuk menumbuhkembangkan kemandirian,
kemampuan komunikasi interkultural, kolaborasi (gotong royong), bernalar
kritis, daya kreasi serta IMTAQ dan akhlak mulia.
Kesimpulan ini diperoleh berdasarkan observasi dan wawancara selama tahap
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
PERASAAN (FELLINGS)
Pada tahap awal perencanaan,
CGP merasa khawatir dan takut apabila program aksi nyata ini kurang didukung
oleh sekolah baik guru maupun murid. Namun setelah dilakukan sosialisasi, CGP
merasa senang dan bersemangat. Apalagi pada saat pelaksanaan, ternyata kepala
sekolah dan tim manajemen dapat menghadiri kegiatan ini. Dukungan guru mata
pelajaran MIPA pun sangat baik. Hal
yang paling membuat CGP senang adalah ketika murid mulai
dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing. Dengan
demikian, CGP merasa lebih semangat dalam merumuskan berbagai macam program
yang berpihak pada murid.
PEMBELAJARAN (FINDINGS)
Pembelajaran mendasar yang
dapat diambil dalam kegiatan aksi nyata adalah bahwa segala sesuatu yang
dilaksanakan dalam pembelajaran harus berdasarkan kebutuhan siswa. Pembelajaran yang dapat diambil dari aksi nyata yang
dilakukan adalah keberhasilan yang telah tercapai sesuai tujuan kegiatan yaitu
terwujudnya karakter profil pelajar pancasila pada siswa dan pengembangan
kompetensi mata pelajaran peminatan MIPA. Hal ini dapat diobservasi melalui:
§
Murid dapat memahami adanya gejala dan kejadian alam serta
benda-benda yang ada di lingkungannya sehingga meningkat ketakwaan terhadap
Tuhan YME. Siswa juga belajar tentang makna hidup dan kehidupan dengan baik.
§
Saat presentasi hasil karyanya, siswa dapat memahami adanya
perbedaan karya masing-masing sesuai dengan prinsip pembelajaran differensiasi.
§
Siswa dapat bergotong royong dan berkolaborasi dengan siswa lain
dalam satu kelompok secara langsung maupun melalui media online. Siswa juga
dapat melibatkan orang tua dalam penyediaan alat dan bahan yang diperlukan
dalam melakukan praktikum home based
learning.
§
Kemandirian siswa terbangun dengan baik. Siswa melakukan aktivitas
belajar sesuai dengan petunjuk kerja yang diberikan oleh guru. Siswa juga akan
mengulang kegiatan belajarnya jika ternyata mengalami kegagalan dalam
pelaksanaannya.
§
Kompetensi bernalar kritis siswa terbangun sejak dalam
perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil karyanya. Siswa memilih alat dan
bahan sesuai dengan yang dipilih. Siswa juga kritis dalam mengatasi masalah
yang muncul ketika pelaksanaaan aktivitas belajarnya.
§
Siswa dilatih untuk kreatif dalam menentukan alat, bahan, dan
desain karyanya. Siswa juga kreatif dalam membuat pelaporan pelaksanaan
kegiatan belajarnya baik praktikum maupun tugas lainnya sesuai dengan minat dan
kemampuannya masing-masing.
Selain keberhasilan, ada kegagalan yang ditemukan dalam
pelaksanaan kegiatan. Ada siswa yang melakukan tidak dapat bergabung dlam
kegiatan aksi nyata karena kuota internet maupun karena kegiatan yang dilaksanakan
pada masa liburan. Untuk kedepannya perlu dipastikan siswa agar dapat mengikuti
kegiatan aksi nyata secara lebih baik dan jumlah yang lebih banyak serta
variasi materi yang lebih kompleks dengan melibatkan kelas peminatan IPS dan
bahasa. Dalam
kegiatan ini, program yang dilaksanakan
pada dasarnya sudah dapat dikategorikan berhasil karena siswa antusias dalam
melaksanakan kegiatan SI HAKASI of SMADA secara luring maupun daring.
PENERAPAN KE DEPAN (FUTURE)
Secara umum pelaksanaan kegiatan SI HAKASI of SMADA dapat
mewujudkan karakter profil pelajar Pancasila pada siswa dan mengembangkan kompetensi
MIPA. Program ini dapat dilaksanakan kembali dengan memperbaiki kegagalan yang
ditemui yaitu memastikan bahwa siswa mengikuti kegiatan secara maksimal tanpa
terkendala kuota dan waktu liburan. Selain itu, program ini dapat dikembangkan
lebih lanjut dengan melibatkan guru dan siswa pada peminatan IPS dan bahasa.
Link Youtube :
https://www.youtube.com/watch?v=ouQ13HLCRHA&t=729s
Komentar
Posting Komentar